Buang air besar seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, sebagian orang mengalami nyeri atau perih saat BAB, bahkan menemukan darah merah segar pada tisu atau permukaan tinja.
Keluhan tersebut bisa terjadi karena berbagai kondisi. Salah satunya adalah fisura ani, yaitu robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Meskipun ukurannya kecil, luka ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang cukup mengganggu, terutama ketika BAB.

Apa Itu Fisura Ani
Fisura ani adalah luka atau robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus. Kondisi ini dapat terjadi ketika jaringan anus mengalami peregangan atau trauma, misalnya akibat tinja yang keras dan sulit dikeluarkan.
Rasa sakit biasanya muncul ketika tinja melewati area yang mengalami robekan. Pada sebagian orang, nyeri juga dapat bertahan selama beberapa waktu setelah selesai BAB.
Fisura ani dapat bersifat akut dan baru terjadi dalam waktu relatif singkat. Jika berlangsung lama atau terus berulang, kondisi ini dapat menjadi lebih sulit ditangani dan membutuhkan evaluasi dokter.
Kenapa Fisura Ani Bisa Terjadi?
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan tekanan atau menyebabkan cedera pada area anus.
1. Sembelit dan Tinja Keras
Salah satu pemicu yang umum adalah BAB dengan tinja keras atau berukuran besar. Saat tinja melewati anus, jaringan dapat meregang secara berlebihan hingga mengalami robekan.
2. Mengejan Terlalu Kuat
Kebiasaan mengejan karena sulit BAB juga dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan berkontribusi terhadap terjadinya fisura.
3. Diare Berkepanjangan
Tidak hanya sembelit, diare yang berlangsung berulang juga dapat mengiritasi jaringan di sekitar anus dan meningkatkan risiko terjadinya fisura.
4. Setelah Persalinan
Pada sebagian wanita, fisura ani dapat muncul setelah persalinan akibat tekanan dan perubahan pada area panggul.
5. Kondisi Tertentu
Fisura ani yang berulang atau sulit sembuh terkadang berkaitan dengan kondisi medis tertentu, sehingga dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.
Seperti Apa Gejala Fisura Ani?
Keluhan fisura ani biasanya cukup khas, tetapi dapat menyerupai beberapa masalah anus lainnya.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri atau perih saat BAB
- Rasa terbakar di sekitar anus
- Nyeri yang masih terasa setelah BAB
- Darah merah segar pada tinja atau tisu
- Luka atau iritasi di sekitar anus
- Rasa gatal atau tidak nyaman di area anus
Darah pada fisura ani umumnya berwarna merah segar dan jumlahnya relatif sedikit. Namun, perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh fisura sehingga pemeriksaan tetap diperlukan jika keluhan berulang
Perbedaan Fisura Ani & Wasir
Fisura ani sering disalahartikan sebagai wasir karena keduanya dapat menyebabkan darah keluar saat BAB. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
| Fisura Ani | Wasir |
|---|---|
| Berupa robekan pada lapisan anus | Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum |
| Nyeri saat BAB sering menjadi keluhan utama | Wasir tidak selalu menyebabkan nyeri |
| Darah biasanya merah segar | Dapat menyebabkan perdarahan merah segar |
| Dapat dipicu tinja keras dan mengejan | Dapat berkaitan dengan mengejan, sembelit, kehamilan, dan faktor lainnya |
Perbedaan ini penting karena penanganannya juga dapat berbeda.
Apakah Fisura Ani Bisa Sembuh?
Banyak fisura ani akut dapat membaik dengan perawatan yang membantu menjaga tinja tetap lunak dan mengurangi trauma pada area anus.
Namun, jika fisura terus berulang atau tidak kunjung sembuh, penanganan mungkin membutuhkan terapi medis. Dokter dapat mempertimbangkan obat tertentu untuk membantu mengurangi ketegangan otot sfingter dan mendukung proses penyembuhan, sesuai kondisi pasien.
Pada fisura yang menetap dan tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat mempertimbangkan prosedur tertentu atau tindakan bedah.
Kapan Fisura Ani Perlu Diperiksakan?
Tidak semua rasa perih saat BAB berarti fisura ani. Jika keluhan hanya berlangsung singkat dan membaik, kondisi dapat dipantau. Namun, pemeriksaan dokter dianjurkan jika:
- Nyeri saat BAB terus berulang
- Perdarahan terjadi berulang kali
- Luka tidak kunjung membaik
- Keluhan berlangsung dalam waktu lama
- Nyeri semakin berat
- Terdapat benjolan atau perubahan lain di sekitar anus
- Perdarahan cukup banyak atau disertai tubuh terasa lemas
Pemeriksaan juga penting apabila darah dalam tinja tidak jelas berasal dari area anus atau terdapat perubahan pola BAB yang menetap.
Bisakah Fisura Ani Dicegah?
Tidak semua kasus dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu menurunkan risikonya.
Menjaga pola makan dengan cukup serat, memenuhi kebutuhan cairan, aktif bergerak, dan menghindari kebiasaan mengejan berlebihan dapat membantu menjaga proses BAB tetap lancar.
Konsultasikan Keluhan Fisura Ani dengan Dokter Spesialis di Klinik Utama Pandawa
BAB terasa perih dan berdarah jangan dibiarkan terus-menerus. Konsultasikan keluhan Anda dengan dokter di Klinik Utama Pandawa untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Jangan tunggu keluhan semakin mengganggu. Segera periksakan kondisi Anda bersama dokter di Klinik Utama Pandawa.

Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.

