Gejala trikomoniasis pada pria sering kali tidak disadari karena muncul sangat ringan atau bahkan tanpa keluhan sama sekali. Padahal, infeksi menular seksual ini tetap bisa menular ke pasangan dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika dibiarkan. Rasa tidak nyaman saat buang air kecil, keluar cairan tidak normal dari penis, hingga iritasi di area genital bisa menjadi tanda awal yang kerap diabaikan.

Karena gejalanya mudah terlewat, pemeriksaan dini melalui layanan spesialis penyakit kelamin menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Di Klinik Utama Pandawa, penanganan trikomoniasis dilakukan secara profesional, rahasia, dan sesuai standar medis, sehingga Anda bisa mendapatkan diagnosis akurat serta pengobatan yang tepat sejak awal.

Mengapa Trikomoniasis Sering Tidak Disadari Pria?

Berbeda dengan wanita yang umumnya mengalami gejala lebih jelas, pria sering kali tidak merasakan keluhan signifikan. Beberapa alasan mengapa trikomoniasis kerap diabaikan antara lain:

  • Gejala ringan atau tidak khas
  • Disangka iritasi biasa atau infeksi saluran kemih
  • Tidak menimbulkan nyeri hebat
  • Hilang-timbul tanpa pengobatan

Akibatnya, banyak pria tidak segera memeriksakan diri dan tetap aktif secara seksual, sehingga risiko penularan terus berlanjut.

Gejala Awal Trikomoniasis pada Pria

Sebagian besar pria yang terinfeksi trikomoniasis tidak mengalami gejala yang signifikan. Namun, bagi yang mengalami gejala, berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

1. Keluar Cairan Tidak Normal dari Uretra

Pria yang mengalami trikomoniasis dapat mengeluarkan cairan berwarna bening, putih, atau kehijauan dari penis. Cairan ini biasanya muncul pada pagi hari atau setelah buang air kecil.

2. Rasa Gatal atau Iritasi pada Uretra

Infeksi parasit Trichomonas vaginalis dapat menyebabkan iritasi pada uretra, sehingga pria mungkin merasakan sensasi gatal, perih, atau tidak nyaman pada penis.

3. Nyeri atau Sensasi Terbakar Saat Buang Air Kecil

Salah satu gejala yang paling umum adalah nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Hal ini terjadi karena infeksi menyebabkan peradangan pada saluran kemih.

4. Sering Buang Air Kecil

Trikomoniasis dapat menyebabkan peradangan pada uretra, yang mengakibatkan keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

5. Rasa Tidak Nyaman Setelah Ejakulasi

Beberapa pria yang terinfeksi trikomoniasis melaporkan adanya ketidaknyamanan atau nyeri ringan setelah ejakulasi.

6. Pembengkakan atau Kemerahan pada Kepala Penis

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan kepala penis menjadi kemerahan dan mengalami sedikit pembengkakan akibat peradangan.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Apakah Trikomoniasis Bisa Tanpa Gejala Sama Sekali?

Ya. Sebagian besar pria dengan trikomoniasis tidak mengalami gejala apa pun. Namun meskipun tanpa keluhan, parasit tetap hidup di saluran kemih dan bisa menular ke pasangan. Inilah yang membuat trikomoniasis disebut sebagai “silent infection” pada pria.

Bahaya Jika Trikomoniasis Tidak Diobati

Mengabaikan trikomoniasis bukanlah pilihan aman. Jika tidak ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan:

  • Peradangan saluran kemih (uretritis)
  • Meningkatkan risiko tertular PMS lain, termasuk HIV
  • Menularkan infeksi ke pasangan
  • Gangguan kesehatan reproduksi jangka panjang

Penyebab dan Faktor Risiko Trikomoniasis pada Pria

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis, yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang terinfeksi. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena trikomoniasis:

1. Berhubungan Seksual Tanpa Kondom

Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual dapat meningkatkan risiko tertular trikomoniasis dari pasangan yang terinfeksi.

2. Bergonta-ganti Pasangan Seksual

Semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki, semakin besar kemungkinan seseorang terinfeksi trikomoniasis atau penyakit menular seksual lainnya.

3. Riwayat Infeksi Menular Seksual (IMS) Lainnya

Pria yang pernah mengalami IMS, seperti gonore atau klamidia, lebih rentan terhadap trikomoniasis karena sistem kekebalan tubuhnya bisa melemah akibat infeksi sebelumnya.

4. Kurangnya Kesadaran akan Penyakit Menular Seksual

Kurangnya pengetahuan tentang trikomoniasis dan cara penularannya dapat meningkatkan risiko infeksi.

Bagaimana Cara Diagnosis Trikomoniasis pada Pria?

Karena gejalanya sering samar, pemeriksaan medis menjadi satu-satunya cara memastikan diagnosis. Dokter biasanya akan melakukan:

  • Tes laboratorium khusus
  • Wawancara medis dan riwayat seksual
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes urine
  • Tes cairan dari uretra

Pengobatan Trikomoniasis pada Pria

Kabar baiknya, trikomoniasis dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat. Terapi utama meliputi:

1. Antibiotik Sesuai Resep Dokter

Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik khusus yang efektif membasmi Trichomonas vaginalis. Dosis dan durasi pengobatan disesuaikan dengan kondisi pasien.

2. Pengobatan Pasangan Seksual

Agar tidak terjadi infeksi ulang, pasangan seksual juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan meskipun tidak bergejala.

3. Menghindari Hubungan Seksual Sementara

Selama masa pengobatan, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai dinyatakan sembuh.

Apakah Trikomoniasis Bisa Kambuh?

Trikomoniasis bisa kambuh jika:

  • Pengobatan tidak dihabiskan
  • Pasangan tidak ikut diobati
  • Terjadi hubungan seksual sebelum benar-benar sembuh

Cara Mencegah Trikomoniasis pada Pria

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  • Jujur dengan pasangan terkait kondisi kesehatan seksual
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin
  • Segera periksa jika muncul keluhan di area genital

Kapan Pria Harus Periksa ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami:

  • Rasa perih saat buang air kecil
  • Keluar cairan tidak normal dari penis
  • Gatal atau iritasi di area genital
  • Pernah berhubungan seksual berisiko
  • Pasangan terdiagnosis PMS

Pengobatan Trikomoniasis Aman, Efektif, dan Rahasia di Klinik Utama Pandawa.

Jangan biarkan trikomoniasis mengganggu kesehatan dan kenyamanan area intim kamu! Infeksi ini bisa menyebabkan gatal, keputihan berbau, hingga nyeri saat berhubungan intim. Semakin lama dibiarkan, infeksi bisa menyebar dan menimbulkan komplikasi serius pada organ reproduksi. Di Klinik Utama Pandawa, kamu bisa mendapatkan penanganan medis profesional dengan metode pengobatan yang aman, cepat, dan efektif. Semua proses dilakukan secara rahasia, sehingga kamu bisa berkonsultasi dan berobat tanpa rasa canggung.

Kini saatnya bertindak sebelum terlambat! Jangan menunda pengobatan ketika gejala mulai terasa. Tim dokter ahli di Klinik Utama Pandawa siap membantu kamu menemukan solusi terbaik untuk sembuh total dari trikomoniasis. Nikmati layanan yang nyaman, hasil yang terbukti, dan privasi yang selalu dijaga. Segera konsultasikan kondisi kamu sekarang juga karena kesehatan intimmu pantas mendapatkan perawatan terbaik!

Konsultasi di akhir
Referensi