Sudah menikah cukup lama, rutin berhubungan intim tanpa kontrasepsi, tetapi kehamilan belum juga terjadi? Kondisi seperti ini sering menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran bagi pasangan. Tidak sedikit yang langsung menyalahkan diri sendiri atau menganggap hanya salah satu pasangan yang menjadi penyebabnya.
Padahal, infertilitas merupakan kondisi medis yang dapat melibatkan pria, wanita, atau keduanya. Memahami arti infertilitas menjadi langkah penting agar pasangan dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Semakin dini penyebab infertilitas diketahui, semakin besar peluang untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.
Apa Arti Infertilitas
Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan belum berhasil memperoleh kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu tertentu.
Pada pasangan dengan usia di bawah 35 tahun, evaluasi umumnya dianjurkan setelah sekitar satu tahun mencoba. Sementara pada wanita berusia 35 tahun ke atas, pemeriksaan dapat dipertimbangkan lebih awal sesuai kondisi masing-masing.
Infertilitas bukan berarti seseorang tidak akan pernah memiliki anak. Kondisi ini memiliki berbagai penyebab sehingga pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya.
Infertilitas Tidak Selalu Berasal dari Wanita
Salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa sulit hamil selalu disebabkan oleh wanita. Faktanya, infertilitas dapat melibatkan:
- Faktor wanita.
- Faktor pria.
- Kombinasi keduanya.
- Penyebab yang belum dapat dipastikan pada sebagian pasangan.
Karena itu, evaluasi biasanya melibatkan kedua pasangan agar penyebabnya dapat diketahui secara lebih menyeluruh.
Penyebab Infertilitas pada Wanita
Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi kesuburan wanita antara lain:
1. Gangguan Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium. Jika ovulasi tidak terjadi secara teratur, peluang terjadinya kehamilan dapat menurun.
2. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS merupakan salah satu penyebab gangguan ovulasi yang cukup sering ditemukan pada wanita usia reproduktif.
3. Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim dan dapat memengaruhi kesuburan pada sebagian wanita.
4. Kelainan Rahim atau Tuba Falopi
Masalah pada rahim maupun saluran tuba dapat menghambat proses pertemuan sel telur dan sperma atau proses kehamilan.
5. Faktor Usia
Kesuburan wanita secara alami dapat menurun seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun.
Penyebab Infertilitas pada Pria
Kesuburan pria juga dipengaruhi berbagai faktor. Beberapa penyebab yang dapat ditemukan antara lain:
1. Kualitas Sperma
Jumlah sperma, bentuk sperma, maupun kemampuan bergeraknya dapat memengaruhi peluang terjadinya kehamilan.
2. Varikokel
Varikokel merupakan pelebaran pembuluh darah pada skrotum yang pada sebagian pria dapat berkaitan dengan masalah kesuburan.
3. Gangguan Hormonal
Perubahan hormon tertentu dapat memengaruhi produksi sperma.
4. Infeksi
Beberapa infeksi dapat memengaruhi sistem reproduksi pria.
5. Faktor Gaya Hidup
Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat tertentu, serta paparan panas berlebihan pada area testis dapat memengaruhi kesuburan pada sebagian orang.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Infertilitas sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas selain belum terjadinya kehamilan. Namun, beberapa kondisi berikut dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi lebih awal.
Pada Wanita
- Menstruasi tidak teratur.
- Menstruasi sangat jarang.
- Nyeri haid yang berat.
- Riwayat keguguran berulang.
- Riwayat operasi pada organ reproduksi.
Pada Pria
- Perubahan pada testis.
- Gangguan ejakulasi.
- Penurunan gairah seksual yang berkaitan dengan masalah hormonal.
- Riwayat cedera pada area reproduksi.
Adanya gejala tersebut belum tentu berarti seseorang mengalami infertilitas, tetapi dapat menjadi petunjuk yang perlu dievaluasi oleh dokter.
Apakah Infertilitas Bisa Diatasi?
Penanganan infertilitas bergantung pada penyebab yang ditemukan. Beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan dokter antara lain:
- Mengatasi gangguan ovulasi.
- Menangani kondisi medis yang memengaruhi kesuburan.
- Terapi hormonal sesuai indikasi.
- Tindakan tertentu pada kondisi yang memerlukan prosedur medis.
- Teknologi reproduksi berbantu sesuai pertimbangan dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter apabila:
- Belum terjadi kehamilan setelah mencoba dalam jangka waktu yang sesuai dengan usia.
- Menstruasi tidak teratur.
- Mengalami nyeri haid yang berat.
- Memiliki riwayat penyakit pada organ reproduksi.
- Pernah menjalani operasi pada organ reproduksi.
- Pria memiliki riwayat gangguan pada testis atau kualitas sperma.
Susah punya momongan? Kenali penyebab infertilitas bersama dokter spesialis di Klinik Utama Pandawa.
Jika Anda dan pasangan sudah berusaha memiliki momongan tetapi kehamilan belum juga terjadi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan. Dokter spesialis di Klinik Utama Pandawa dapat membantu mengevaluasi penyebab infertilitas pada pria maupun wanita melalui pemeriksaan yang sesuai, sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan.


Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.

