Rambut rontok bulat bisa jadi alopecia areata
Rambut rontok sering dianggap masalah sepele. Namun, bagaimana jika rambut tiba-tiba rontok membentuk pola bulat, tanpa rasa gatal atau nyeri, dan terjadi dalam waktu singkat? Kondisi ini bisa menjadi tanda alopecia areata, sebuah penyakit autoimun yang kerap tidak disadari sejak awal.
Alopecia areata bukan sekadar masalah estetika. Pada banyak kasus, kondisi ini berdampak besar pada kepercayaan diri, kesehatan mental, hingga kualitas hidup penderitanya. Meski dapat dialami siapa saja baik pria, wanita, maupun anak-anak masih banyak kesalahpahaman tentang penyebab, tingkat keparahan, dan pilihan terapinya.
Baca Juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah dengan Obat Profesional
Mengapa Alopecia Areata Disebut Penyakit Autoimun?
Dalam sistem tubuh yang normal, sistem imun berfungsi melindungi dari virus, bakteri, dan zat berbahaya. Pada alopecia areata, sistem ini salah mengenali folikel rambut sebagai ancaman.
Akibatnya:
- Terjadi peradangan di sekitar akar rambut
- Siklus pertumbuhan rambut terganggu
- Rambut masuk fase rontok lebih cepat
Kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain, seperti:
- Tiroid autoimun
- Vitiligo
- Lupus
- Diabetes tipe 1
Baca Juga: Rahasia Rambut Lebat dan Sehat dengan Dermaroller Treatment
Jenis-Jenis Alopecia Areata
Alopecia areata memiliki beberapa tingkat keparahan:
1. Alopecia Areata Patchy
Bentuk paling umum, ditandai dengan kebotakan berbentuk bulat atau oval di kulit kepala.
2. Alopecia Totalis
Kehilangan seluruh rambut di kulit kepala.
3. Alopecia Universalis
Kehilangan rambut di seluruh tubuh, termasuk alis, bulu mata, dan rambut tubuh.
4. Ophiasis
Kerontokan terjadi di area tepi belakang dan samping kepala, cenderung lebih sulit diobati.
Baca Juga: Biaya Hair Transplant: Investasi Rambut Permanen

Gejala Alopecia Areata yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama alopecia areata adalah kerontokan rambut mendadak, namun ada tanda lain yang sering terlewat:
- Rambut rontok berbentuk bulat
- Kulit kepala tampak normal (tidak merah atau bersisik)
- Rambut patah pendek menyerupai tanda seru
- Kuku rapuh, bergaris, atau berlubang kecil
- Sensasi kesemutan ringan sebelum rambut rontok
Baca Juga: Hair Loss Treatment: Solusi Atasi Rambut Rontok
Cara Dokter Mendiagnosis Alopecia Areata
Diagnosis ini dilakukan oleh dokter melalui:
- Pemeriksaan fisik kulit kepala
- Trikoskopi (alat pembesar folikel rambut)
- Tes darah untuk menilai gangguan autoimun
- Biopsi kulit (pada kasus tertentu)
Pemeriksaan ini penting untuk membedakan alopecia areata dari kebotakan lain, seperti androgenetic atau infeksi jamur.
Alopecia areata perlu penanganan medis.
Cara Mencegah dan Mengatasi Alopecia Areata
Kondisi ini tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya karena berkaitan dengan gangguan autoimun. Namun, risiko kekambuhan dan tingkat keparahannya dapat dikendalikan dengan langkah pencegahan serta penanganan yang tepat.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Mengelola stres dengan baik karena stres dapat memicu kekambuhan
- Menjaga pola tidur dan gaya hidup sehat
- Mengonsumsi nutrisi seimbang untuk mendukung kesehatan rambut
- Menghindari kebiasaan menarik atau memberi tekanan berlebih pada rambut
- Melakukan pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat penyakit autoimun
Sementara itu, penanganan alopecia areata secara medis dapat dilakukan melalui:
- Terapi kortikosteroid untuk menekan reaksi autoimun
- Penggunaan obat topikal atau oral sesuai indikasi dokter
- Terapi laser atau stimulasi pertumbuhan rambut
- Imunoterapi pada kasus tertentu
- Transplantasi rambut, yang dapat dipertimbangkan pada kondisi ini yang sudah stabil dan tidak aktif dalam jangka waktu tertentu, dengan evaluasi ketat oleh dokter spesialis
Before After Transplantasi Rambut

Siapa yang Berisiko Mengalami Alopecia Areata?
Alopecia areata dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya meningkat pada:
- Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun
- Stres emosional berat
- Gangguan sistem imun
- Penyakit autoimun lain
- Anak-anak dan dewasa muda
Apakah Alopecia Areata Bisa Sembuh?
Alopecia areata bisa sembuh, tetapi prosesnya berbeda pada setiap orang. Pada sebagian pasien, rambut dapat tumbuh kembali secara spontan tanpa pengobatan khusus. Namun, pada kasus lain, kondisi ini dapat bersifat kambuhan atau menetap sehingga membutuhkan penanganan medis berkelanjutan.
Karena kondisi ini merupakan penyakit autoimun, fokus terapi bukan hanya menumbuhkan rambut, tetapi juga mengendalikan respons sistem imun agar folikel rambut dapat kembali berfungsi normal.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Rambut rontok terjadi tiba-tiba
- Pola kebotakan berbentuk bulat
- Rambut rontok semakin meluas
- Terjadi pada anak-anak
- Tidak ada perbaikan setelah perawatan mandiri
Rambut Rontok Bukan Takdir Kendalikan Alopecia Areata Sejak Dini.
Jika Anda mengalami rambut rontok mendadak atau bercak kebotakan yang tidak kunjung membaik, jangan menunda pemeriksaan. Klinik Utama Pandawa menyediakan layanan konsultasi dan penanganan alopecia areata berbasis medis dengan dokter berpengalaman, pemeriksaan menyeluruh, serta terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Melalui layanan estetika dan antiaging di Klinik Utama Pandawa, Anda bisa mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang aman, efektif, dan terpercaya.

Referensi
- Cleveland Clinic Diakses pada 2026 Alopecia Areata. https://www.ccjm.org/content/ccjom/72/9/758.full.pdf
- Mayo Clinic Diakses pada 2026 Hair Loss. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926

Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.

