Tidak menular, tapi sering kambuh.
Plak merah bersisik di kulit sering kali dianggap sebagai masalah kulit biasa, seperti alergi atau kulit kering. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda psoriasis vulgaris, yaitu penyakit kulit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Psoriasis tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami tentang psoriasis vulgaris, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga pilihan penanganan medis yang aman dan sesuai standar kesehatan
Baca Juga: Biaya Terapi Excimer untuk Masalah Kulit Membandel di Klinik Jakarta
Apa Itu Psoriasis Vulgaris
Psoriasis vulgaris adalah jenis psoriasis yang paling umum, ditandai dengan munculnya plak merah tebal yang tertutup sisik putih keperakan di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi akibat proses regenerasi sel kulit yang berlangsung terlalu cepat, sehingga sel kulit menumpuk dan membentuk plak.
Psoriasis vulgaris bukan penyakit menular, namun bersifat kronis dan dapat kambuh sewaktu-waktu. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dan dapat muncul sejak usia muda hingga dewasa.
Baca Juga: Terapi Ozonova Bikin Sehat? Ini Biaya yang Perlu Disiapkan
Ciri-Ciri Plak Merah Bersisik pada Psoriasis Vulgaris
Plak merah bersisik pada psoriasis vulgaris memiliki ciri khas yang membedakannya dari penyakit kulit lain, antara lain:
- Bercak merah berbatas tegas pada kulit
- Permukaan kulit menebal dan bersisik putih keperakan
- Kulit terasa kering, gatal, atau perih
- Sisik mudah mengelupas dan kadang berdarah
- Kulit dapat terasa nyeri, terutama saat pecah-pecah
Plak psoriasis sering muncul di area tertentu seperti siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, dan lipatan tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, plak dapat menyebar ke area yang lebih luas.
Baca Juga: Muncul Bintik Merah Tanpa Gatal, Berbahayakah?
Penyebab Psoriasis Vulgaris
penyebab pasti psoriasis vulgaris belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli medis sepakat bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan sistem imun. Pada penderita psoriasis, sistem imun secara keliru menyerang sel kulit sehat, sehingga memicu peradangan dan mempercepat pembentukan sel kulit baru. Akibatnya, sel kulit menumpuk sebelum sempat terkelupas secara alami.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk psoriasis vulgaris antara lain:
- Faktor genetik atau riwayat keluarga
- Stres emosional berkepanjangan
- Infeksi tertentu, seperti radang tenggorokan
- Cedera pada kulit
- Perubahan hormon
- Konsumsi obat tertentu
- Gaya hidup tidak sehat
Tidak menular, tapi sering kambuh.
Apakah Psoriasis Vulgaris Berbahaya?
Psoriasis vulgaris umumnya tidak mengancam nyawa. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
- Infeksi kulit akibat luka terbuka
- Gangguan kepercayaan diri dan kesehatan mental
- Psoriasis arthritis yang menyebabkan nyeri dan kaku sendi
- Peningkatan risiko penyakit metabolik tertentu
Oleh karena itu, penanganan medis yang tepat sangat penting untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Perbedaan Psoriasis Vulgaris dengan Penyakit Kulit Lain
Plak merah bersisik sering kali disalahartikan sebagai eksim, dermatitis, atau infeksi jamur. Perbedaan utama psoriasis vulgaris dengan kondisi lain terletak pada:
- Sisik tebal berwarna putih keperakan
- Plak berbatas jelas
- Penyakit bersifat kronis dan kambuhan
- Tidak menular
Diagnosis yang akurat hanya dapat ditegakkan oleh tenaga medis melalui pemeriksaan langsung dan, bila diperlukan, pemeriksaan tambahan.

Cara Mendiagnosis Psoriasis Vulgaris
Diagnosis psoriasis vulgaris dilakukan oleh dokter berdasarkan:
- Pemeriksaan fisik kondisi kulit
- Riwayat kesehatan pasien
- Riwayat keluarga dengan psoriasis
Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan biopsi kulit untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lain.
Penanganan Psoriasis Vulgaris Secara Medis
Psoriasis vulgaris tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dikontrol dengan perawatan yang tepat. Penanganan medis disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan respons pasien terhadap terapi.
Beberapa pilihan penanganan yang umum dilakukan meliputi:
1. Terapi Topikal
Menggunakan salep atau krim khusus untuk mengurangi peradangan, sisik, dan rasa gatal pada kulit.
2. Terapi Cahaya
Paparan sinar ultraviolet dengan pengawasan medis untuk membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit.
3. Terapi Sistemik
Pada kasus sedang hingga berat, dokter dapat meresepkan obat minum atau injeksi untuk mengontrol respons imun.
Semua terapi harus dilakukan sesuai anjuran dokter untuk menghindari efek samping dan memastikan keamanan jangka panjang.
Baca Juga: Kulit Tangan Mengelupas? Ini Cara Cepat Mengatasinya!
Perawatan Mandiri untuk Membantu Mengontrol Gejala
Selain pengobatan medis, penderita psoriasis vulgaris juga dianjurkan melakukan perawatan mandiri, seperti:
- Menjaga kelembapan kulit secara rutin
- Menghindari pemicu stres berlebihan
- Menggunakan sabun lembut
- Menghindari menggaruk plak
- Menjaga pola hidup sehat
Perawatan mandiri tidak menggantikan terapi medis, namun dapat membantu mengurangi kekambuhan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Plak merah bersisik semakin luas
- Kulit terasa nyeri atau berdarah
- Gejala tidak membaik dengan perawatan mandiri
- Aktivitas sehari-hari terganggu
Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan mempercepat penanganan.
Plak Merah Bersisik Tak Kunjung Hilang? Konsultasikan Sekarang di Klinik Utama Pandawa
Jika Anda mengalami plak merah bersisik di kulit yang tidak kunjung membaik, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasi dengan dokter berpengalaman dapat membantu memastikan diagnosis psoriasis vulgaris dan menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Penanganan yang tepat sejak dini berperan penting dalam mengontrol gejala dan menjaga kualitas hidup.


Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.


