Jerawat yang muncul sesekali biasanya dapat membaik dengan perawatan kulit yang tepat. Namun, jerawat kistik memiliki karakteristik yang berbeda. Benjolan terasa keras, berada cukup dalam di bawah permukaan kulit, meradang, dan terkadang terasa nyeri ketika disentuh.

Jerawat kistik dapat bertahan lebih lama dibandingkan jenis jerawat ringan. Jika terus dipencet atau ditangani dengan produk yang tidak sesuai, risiko terjadinya bekas jerawat dan perubahan warna kulit dapat meningkat.

Karena itu, ketika jerawat kistik tidak kunjung membaik atau sering muncul kembali, penting untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai dari dokter spesialis kulit.

Apa Itu Jerawat Kistik

Jerawat kistik merupakan salah satu bentuk jerawat inflamasi yang berkembang lebih dalam pada kulit. Peradangan terjadi di sekitar unit pilosebasea, yaitu struktur yang terdiri dari folikel rambut dan kelenjar minyak.

Berbeda dari komedo biasa, jerawat kistik biasanya berupa benjolan besar yang terasa dalam dan nyeri. Lesi dapat berwarna kemerahan dan tidak selalu memiliki mata jerawat yang mudah terlihat. Jerawat jenis ini dapat muncul di:

  • Wajah.
  • Rahang.
  • Dagu.
  • Leher.
  • Dada.
  • Punggung.

Pada sebagian orang, jerawat kistik dapat muncul dalam jumlah banyak dan meninggalkan bekas setelah peradangannya mereda.

Ciri-Ciri Jerawat Kistik

Mengenali cirinya dapat membantu membedakan jerawat kistik dari jenis jerawat lainnya.

Beberapa tanda yang umum meliputi:

  • Benjolan terasa dalam di bawah kulit.
  • Ukurannya lebih besar dibandingkan jerawat biasa.
  • Berwarna merah atau meradang.
  • Terasa nyeri atau sensitif.
  • Tidak mudah pecah atau mengeluarkan isi.
  • Muncul berulang di area tertentu.
  • Dapat meninggalkan bekas kemerahan, kehitaman, atau jaringan parut.

Mengapa Jerawat Kistik Tak Kunjung Hilang?

Ada beberapa faktor yang dapat membuat jerawat kistik bertahan lebih lama.

1. Peradangan Terjadi Lebih Dalam

Jerawat kistik berkembang di lapisan kulit yang lebih dalam sehingga proses peradangannya tidak selalu dapat diatasi dengan produk jerawat biasa.

2. Produksi Minyak Berlebih

Sebum atau minyak kulit yang berlebihan dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat folikel. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya jerawat.

3. Pengaruh Hormon

Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi minyak dan memengaruhi munculnya jerawat. Karena itu, jerawat pada area rahang dan dagu yang berulang dapat berkaitan dengan perubahan hormonal pada sebagian orang.

4. Kebiasaan Memencet Jerawat

Memencet jerawat kistik dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko luka serta bekas jerawat.

5. Perawatan Tidak Sesuai

Tidak semua produk jerawat cocok untuk setiap jenis kulit. Penggunaan terlalu banyak bahan aktif secara bersamaan juga dapat menyebabkan iritasi yang membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman.

Pengobatan Jerawat Kistik oleh Dokter Spesialis Kulit

Jika jerawat kistik tak kunjung hilang, dokter spesialis kulit dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat keparahan dan pilihan terapi yang sesuai. Beberapa terapi medis yang dapat dipertimbangkan dokter meliputi:

1. Obat Topikal

Dokter dapat memberikan obat oles tertentu untuk membantu mengatasi sumbatan pori dan peradangan. Kandungan yang digunakan dapat berbeda sesuai kondisi pasien.

2. Antibiotik

Pada jerawat inflamasi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik dalam kondisi yang sesuai. Penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan dan resep dokter.

3. Terapi Hormonal

Pada pasien tertentu, terutama ketika jerawat berkaitan dengan faktor hormonal, dokter dapat mempertimbangkan terapi hormonal setelah mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh.

4. Isotretinoin

Untuk jerawat berat atau yang berisiko meninggalkan jaringan parut, dokter dapat mempertimbangkan isotretinoin. Obat ini membutuhkan pengawasan medis yang ketat karena memiliki efek samping dan pertimbangan keamanan tertentu, termasuk terkait kehamilan.

5. Injeksi Kortikosteroid pada Lesi Tertentu

Dokter kulit dapat mempertimbangkan injeksi kortikosteroid langsung pada benjolan jerawat tertentu yang besar dan meradang untuk membantu mengurangi peradangan lebih cepat.

Tidak semua terapi cocok untuk setiap orang. Oleh karena itu, jangan menggunakan obat jerawat resep tanpa konsultasi dokter.

Bagaimana Mencegah Jerawat Kistik Kambuh?

Setelah jerawat mulai membaik, perawatan kulit tetap perlu dilakukan secara konsisten. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan:

  • Bersihkan wajah secara lembut.
  • Hindari menyentuh wajah terlalu sering.
  • Jangan memencet jerawat.
  • Bersihkan alat kosmetik secara rutin.
  • Pilih produk perawatan kulit yang sesuai.
  • Gunakan tabir surya.
  • Konsultasikan jerawat yang sering kambuh kepada dokter.

Perlu dipahami bahwa jerawat merupakan kondisi kulit yang dapat mengalami kekambuhan. Perawatan yang konsisten membantu menjaga kondisi kulit dalam jangka panjang.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya konsultasikan jerawat kepada dokter spesialis kulit jika:

  • Benjolan terasa sangat nyeri.
  • Jerawat semakin banyak.
  • Jerawat meninggalkan bekas luka.
  • Jerawat sering muncul kembali.
  • Perawatan bebas yang digunakan tidak memberikan perubahan.
  • Jerawat mengganggu rasa percaya diri atau aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan apakah benjolan benar merupakan jerawat kistik atau kondisi kulit lain yang memiliki tampilan serupa.

Jerawat kistik membandel? Atasi bersama dokter spesialis kulit di Klinik Utama Pandawa.

Jika jerawat kistik tak kunjung hilang, terasa nyeri, atau mulai meninggalkan bekas, jangan menunggu hingga kondisi semakin parah. Dokter spesialis kulit di Klinik Utama Pandawa dapat membantu mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan pilihan pengobatan yang sesuai berdasarkan jenis serta tingkat keparahan jerawat Anda.