Kaki berlubang dan bau mungkin terlihat seperti masalah kebersihan biasa. Namun, jika telapak kaki memiliki lubang-lubang kecil seperti cekungan disertai bau yang cukup menyengat, kondisi tersebut bisa menjadi tanda pitted keratolysis.

Pitted keratolysis merupakan infeksi bakteri pada lapisan terluar kulit yang umumnya menyerang telapak kaki. Kondisi ini lebih mudah terjadi ketika kaki sering berkeringat dan berada dalam kondisi lembap, misalnya karena penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama.

Meski umumnya tidak berbahaya, pitted keratolysis dapat mengganggu kenyamanan dan membuat bau kaki sulit hilang jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting mengenali cirinya agar mendapatkan pengobatan yang sesuai dari dokter spesialis kulit.

Apa Itu Pitted Keratolysis

Pitted keratolysis adalah infeksi bakteri pada lapisan permukaan kulit yang menyebabkan terbentuknya lubang atau cekungan kecil pada telapak kaki.

Lubang tersebut biasanya berukuran kecil dan dapat terlihat lebih jelas ketika kulit dalam keadaan basah. Kondisi ini paling sering ditemukan pada area telapak kaki yang banyak menahan tekanan, seperti bagian depan telapak dan tumit.

Salah satu ciri yang cukup khas adalah bau kaki yang menyengat. Bau tersebut terjadi karena aktivitas bakteri yang berkembang pada lingkungan kulit yang lembap.

Ciri-Ciri Pitted Keratolysis

Gejala pitted keratolysis dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang umum antara lain:

  • Muncul lubang-lubang kecil pada telapak kaki.
  • Bau kaki lebih menyengat dari biasanya.
  • Telapak kaki terasa lembap atau terlalu banyak berkeringat.
  • Kulit terlihat putih atau lunak setelah terkena air.
  • Cekungan tampak lebih jelas ketika kaki basah.
  • Terkadang muncul rasa gatal, perih, atau tidak nyaman.

Pada sebagian orang, pitted keratolysis tidak menimbulkan nyeri yang berarti. Karena itu, perubahan pada permukaan telapak kaki sering menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan.

Apa Penyebab Pitted Keratolysis?

Pitted keratolysis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri tertentu pada permukaan kulit. Bakteri lebih mudah berkembang pada kondisi yang hangat dan lembap.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya meliputi:

1. Kaki Sering Berkeringat

Keringat berlebih membuat telapak kaki tetap lembap sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri.

2. Sering Menggunakan Sepatu Tertutup

Sepatu yang tidak memiliki sirkulasi udara baik dapat membuat panas dan kelembapan terperangkap di dalam sepatu.

3. Menggunakan Sepatu dalam Waktu Lama

Penggunaan sepatu tertutup selama berjam-jam, terutama setiap hari, dapat meningkatkan kelembapan kaki.

4. Kebersihan dan Perawatan Kaki Kurang Optimal

Kaki yang jarang dibersihkan dan dikeringkan dengan baik dapat lebih mudah mengalami masalah kulit, terutama jika disertai keringat berlebih.

5. Lingkungan Panas dan Lembap

Aktivitas atau pekerjaan di lingkungan yang panas dapat menyebabkan produksi keringat meningkat sehingga risiko pitted keratolysis ikut bertambah.

Apakah Pitted Keratolysis Menular?

Pitted keratolysis merupakan infeksi bakteri pada kulit. Namun, kondisi ini tidak dikategorikan sebagai penyakit menular seksual.

Risiko penyebarannya dalam kehidupan sehari-hari juga tidak sama seperti infeksi yang mudah menular melalui kontak biasa. Meski demikian, menjaga kebersihan kaki dan tidak berbagi barang pribadi seperti handuk atau alas kaki tetap merupakan langkah yang baik untuk menjaga kesehatan kulit.

Atasi pitted keratolysis bersama ahlinya di Klinik Utama Pandawa.

Jika Anda mengalami kaki berlubang dan bau yang tidak kunjung membaik, jangan hanya mengandalkan produk penghilang bau kaki. Dokter spesialis kulit di Klinik Utama Pandawa dapat membantu memeriksa kondisi kulit dan memastikan penyebab keluhan, termasuk kemungkinan pitted keratolysis. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit Anda.