Sisik di kulit? Bukan cuma dehidrasi!
Kulit kering dan bersisik bukan hanya masalah kosmetik, tetapi juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah iktiosis vulgaris gangguan kulit genetik yang membuat kulit tampak kering, kasar, dan bersisik. Bagi banyak orang, gejala ini muncul sejak masa kanak-kanak dan bisa bertahan seumur hidup.
Memahami penyebab, gejala, dan cara perawatannya sangat penting agar kulit tetap sehat dan risiko komplikasi bisa diminimalkan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang iktiosis vulgaris, mulai dari faktor penyebab, gejala khas, hingga langkah penanganan yang aman dan efektif
Baca Juga: Sering Mengalami Kulit Kering? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Tanda Masalah Serius!
Apa Itu Iktiosis Vulgaris
Iktiosis vulgaris adalah kondisi kulit kronis dan genetik yang menyebabkan kulit kering, bersisik, dan terasa kaku. Istilah “iktiosis” berasal dari kata Yunani “ichthys” yang berarti ikan, karena permukaan kulit yang bersisik menyerupai sisik ikan.
Kondisi ini bersifat autosomal dominan, sehingga kemungkinan diturunkan dari orang tua yang membawa gen. Meskipun bukan penyakit menular, dampaknya bisa memengaruhi kualitas hidup dan psikologis, termasuk kepercayaan diri.
Fakta penting tentang iktiosis vulgaris:
- Biasanya muncul sejak masa kanak-kanak.
- Kulit terlihat bersisik, terutama di lengan, kaki, dan punggung.
- Bisa memengaruhi kualitas hidup, termasuk rasa percaya diri dan kenyamanan sehari-hari.
Baca Juga: Sering Mengalami Kulit Kering? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Tanda Masalah Serius!
Jangan anggap sepele kulit bersisik!
Penyebab Iktiosis Vulgaris
Berikut adalah penyebab iktiosis vulgaris:
1. Faktor Genetik
Iktiosis vulgaris adalah kondisi autosomal dominan, yang berarti jika salah satu orang tua membawa gen, kemungkinan anak juga mengalami gejala sekitar 50%. Mutasi gen FLG (filaggrin) sering menjadi penyebab utama, karena gen ini berperan dalam pembentukan barrier kulit.
2. Gangguan Fungsi Protein Filaggrin
Filaggrin adalah protein penting yang menjaga kelembapan kulit. Mutasi genetik mengurangi produksi filaggrin, sehingga kulit kehilangan kemampuan menahan air, mengakibatkan kering dan bersisik.
3. Faktor Lingkungan yang Memperparah
Selain genetik, lingkungan juga memengaruhi kondisi kulit:
- Cuaca dingin atau kering.
- Paparan bahan kimia keras atau sabun keras.
- Kurangnya hidrasi kulit dari luar maupun dalam.
4. Penyakit Penyerta
Beberapa penderita iktiosis vulgaris juga bisa mengalami masalah kulit tambahan, seperti:
- Dermatitis atopik.
- Infeksi kulit karena retakan kulit.
- Peradangan ringan di area bersisik.
Baca Juga: Kulit Dehidrasi: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Gejala Iktiosis Vulgaris
Berikut adalah gejala pada iktiosis vulgaris:
1. Kulit Kering dan Bersisik
Gejala utama adalah kulit kasar, kering, dan bersisik, biasanya muncul di:
- Lengan bawah
- Punggung
- Kaki
2. Sensasi Kaku atau Tegang
Kulit terasa kaku, terutama setelah mandi atau berada di lingkungan dingin.
3. Perubahan Warna Kulit
Beberapa area kulit bisa berubah menjadi merah muda atau kecoklatan, tergantung tingkat keparahan.
4. Gejala Tambahan
- Gatal ringan
- Retakan kulit pada kasus berat
- Kesulitan mempertahankan kelembapan
Bagaimana Diagnosis Dilakukan?
Diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis penyakit kulit melalui:
- Pemeriksaan riwayat keluarga
- Pemeriksaan fisik kulit
- Tes genetik (untuk kasus kompleks)
Dokter akan memastikan perbedaan antara iktiosis vulgaris dengan kondisi lain seperti eksim atau psoriasis, sehingga perawatan lebih tepat sasaran.
Kulit kering bersisik? Perawatan tepat bikin kulit kembali nyaman.
Perawatan Iktiosis Vulgaris
Berikut adalah perawatan iktiosis vulgaris yang bisa anda lakukan:
1. Perawatan Topikal
- Pelembap intensif: Pilih yang mengandung urea, ceramide, atau glycerin.
- Krim pengelupas lembut: Membantu mengurangi sisik berlebihan.
2. Terapi Medis
- Retinoid topikal untuk kasus parah membantu regenerasi kulit.
- Antibiotik jika ada infeksi sekunder.
3. Perawatan Harian
- Hindari sabun keras dan air panas berlebihan.
- Gunakan pelembap segera setelah mandi.
- Cukupi asupan cairan untuk hidrasi dari dalam.
4. Perawatan Profesional di Klinik
- Laser terapi: Mengurangi ketebalan kulit bersisik.
- Treatment khusus kulit sensitif: Mengembalikan kelembapan dan elastisitas kulit.
Pencegahan dan Tips Hidup Sehat
Berikut adalah pencegahan dan tips untuk hidup sehat:
- Gunakan pelembap setiap hari.
- Pilih produk skincare lembut dan bebas pewangi berlebihan.
- Lindungi kulit dari cuaca ekstrem dengan pakaian sesuai.
- Lakukan kontrol rutin ke dokter kulit untuk pemantauan dan penyesuaian perawatan.
Dampak Psikologis dan Sosial
Kulit bersisik bisa menurunkan kepercayaan diri dan mengganggu aktivitas sosial.
- Stres akibat penampilan kulit bisa memengaruhi kualitas hidup.
- Gatal atau retakan kulit dapat mengganggu tidur.
Pendekatan holistik yang menggabungkan perawatan medis dan dukungan psikologis akan membantu penderita merasa lebih nyaman dan percaya diri.
Kapan Harus Segera Berkonsultasi ke Dokter?
Segera ke dokter jika:
- Kulit semakin kering, retak, dan nyeri.
- Terdapat tanda infeksi: kemerahan, bengkak, atau nanah.
- Perawatan rumahan tidak lagi efektif.
Kembalikan Kulit Sehat & Lembap! Konsultasikan di Klinik Utama Pandawa.
Jangan biarkan kulit kering dan bersisik mengganggu aktivitas dan rasa percaya dirimu. Segera konsultasikan kondisi kulitmu ke dokter spesialis kulit di Klinik Utama Pandawa untuk mendapatkan perawatan yang tepat, aman, dan efektif. Dengan langkah yang benar, kulit kembali lembap, sehat, dan nyaman tanpa rasa gatal berlebihan. Hubungi kami sekarang dan rasakan kulitmu berubah!

Referensi
- Medscape Diakses pada 2026 Ichthyosis. https://emedicine.medscape.com/article/1198130-overview
- WebMD Diakses pada 2026 Ichthyosis. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-ichthyosis

Memberikan informasi dan tips kesehatan yang telah ditinjau oleh dokter Klinik Utama Pandawa.

