Pernah melihat bercak kekuningan di sekitar sudut mata atau kelopak mata yang tidak kunjung hilang? Kondisi ini bisa menjadi xantelasma, yaitu penumpukan material yang mengandung lemak di bawah permukaan kulit. Bercak biasanya tampak datar atau sedikit menonjol, berwarna kuning hingga kekuningan, dan sering muncul di dekat sudut mata bagian dalam.

Xantelasma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal. Meski begitu, kemunculannya dapat mengganggu penampilan dan terkadang berkaitan dengan kadar kolesterol atau gangguan metabolisme lemak dalam tubuh.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan bercak kekuningan di kelopak mata? Penanganannya perlu disesuaikan dengan ukuran, lokasi, kondisi kulit, serta hasil pemeriksaan dokter.

Apa Itu Xantelasma?

Xantelasma adalah salah satu bentuk xanthoma, yaitu penumpukan lipid atau material lemak di jaringan kulit. Kondisi ini paling sering ditemukan pada kelopak mata bagian atas maupun bawah, terutama di dekat sudut mata yang mengarah ke hidung.

Bercak xantelasma dapat muncul pada satu atau kedua mata. Bentuknya bisa berupa titik kecil yang kemudian melebar, beberapa bercak yang berdekatan, atau plak kekuningan dengan batas yang cukup jelas.

Xantelasma lebih sering ditemukan pada orang dewasa, tetapi tidak selalu menandakan kolesterol tinggi. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang hasil pemeriksaan kolesterolnya normal.

Ciri-Ciri Xantelasma yang Perlu Dikenali

Tidak semua bercak kuning di sekitar mata merupakan xantelasma. Namun, ada beberapa karakteristik yang dapat membantu mengenali kondisi ini.

  • Berwarna kuning atau kuning pucat: Warna berasal dari penumpukan material yang mengandung lipid di bawah kulit.
  • Berbentuk datar atau sedikit menonjol: Permukaannya umumnya terasa lunak atau agak kenyal.
  • Muncul di sekitar kelopak mata: Lokasi yang sering ditemukan adalah dekat sudut mata bagian dalam.
  • Tidak biasanya terasa nyeri: Bercak umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun dapat mengganggu penampilan.
  • Dapat bertambah besar: Seiring waktu, bercak bisa melebar atau muncul di area sekitar yang berdekatan.

Apa Penyebab Xantelasma?

Xantelasma terbentuk akibat penumpukan lipid pada jaringan kulit. Namun, faktor yang memicu kemunculannya dapat berbeda pada setiap orang.

1. Kadar kolesterol atau lemak darah yang tinggi

Sebagian orang dengan xantelasma memiliki kadar kolesterol total atau LDL yang tinggi. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme lipid, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

2. Faktor keturunan

Riwayat keluarga dengan xantelasma atau gangguan kolesterol dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa.

3. Gangguan metabolisme lemak

Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi cara tubuh mengolah lemak. Akibatnya, lipid dapat menumpuk di jaringan tertentu, termasuk kulit di sekitar mata.

4. Kondisi kesehatan tertentu

Gangguan seperti diabetes, hipotiroidisme, atau penyakit hati tertentu dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme lipid. Namun, keberadaan xantelasma saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang memiliki penyakit tersebut.

Karena itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan profil lipid dan pemeriksaan tambahan berdasarkan riwayat kesehatan serta kondisi pasien.

Cara Menghilangkan Xantelasma di Kelopak Mata

Xantelasma umumnya tidak menghilang dengan sendirinya. Jika bercak mengganggu penampilan atau terus bertambah besar, dokter dapat mempertimbangkan beberapa metode penanganan berikut.

1. Laser

Laser tertentu dapat digunakan untuk membantu mengangkat atau menghancurkan jaringan xantelasma. Jenis laser yang dipilih bergantung pada karakteristik bercak, kedalaman penumpukan, warna kulit, dan pertimbangan medis lainnya.

Prosedur ini perlu dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman karena kulit kelopak mata sangat tipis dan berada dekat dengan mata. Risiko yang mungkin terjadi meliputi perubahan warna kulit, jaringan parut, serta kekambuhan.

2. Eksisi atau pengangkatan melalui tindakan bedah

Pada bercak tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pengangkatan jaringan melalui prosedur bedah kecil. Metode ini perlu memperhitungkan ukuran dan lokasi bercak, terutama jika berada dekat tepi kelopak mata.

Risiko seperti perdarahan, bekas luka, perubahan bentuk kelopak mata, dan kekambuhan perlu dibahas sebelum tindakan dilakukan.

3. Kauterisasi atau metode penghancuran jaringan tertentu

Dalam kondisi yang sesuai, dokter dapat mempertimbangkan metode yang menggunakan energi untuk menghancurkan jaringan abnormal. Pemilihannya bergantung pada ukuran, kedalaman, dan lokasi xantelasma serta keahlian dokter yang melakukan prosedur.

Tidak semua metode cocok untuk setiap pasien. Penanganan di sekitar mata harus mengutamakan keselamatan jaringan dan perlindungan mata.

4. Mengatasi kadar kolesterol yang tinggi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol atau trigliserida tinggi, dokter akan menyarankan penanganan sesuai kondisi pasien. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan obat penurun lipid bila diperlukan dapat membantu mengelola risiko kesehatan terkait.

Namun, mengendalikan kolesterol tidak selalu membuat bercak xantelasma yang sudah terbentuk menghilang. Penanganan kadar lemak darah dan pengangkatan bercak merupakan dua hal yang berbeda.

Apakah Xantelasma Berbahaya?

Xantelasma biasanya merupakan kondisi jinak dan tidak menimbulkan bahaya langsung bagi mata. Meski demikian, kemunculannya dapat menjadi alasan untuk memeriksa kadar kolesterol dan faktor risiko kardiovaskular, terutama jika terdapat riwayat keluarga atau faktor risiko lainnya.

Konsultasikan Bercak Kekuningan di Kelopak Mata dengan Dokter di Klinik Utama Pandawa

Bercak kekuningan di kelopak mata yang tidak kunjung hilang dapat disebabkan oleh xantelasma. Jika bercak mengganggu penampilan atau semakin melebar, konsultasikan kondisi kulit Anda dengan dokter di Klinik Utama Pandawa untuk mendapatkan evaluasi dan pilihan penanganan yang sesuai.